Kamis, 08 Desember 2011

Khasiat Tanaman Paria atau Pare


Paria atau Pare, dan beberapa lagi penyebutan nama tanaman paria atau pare, misalnya: paria, parea, pepareh, popare, papari, pepare, pariane, kambeh, paya, prieu, foria, pariak, paliak, truwuk, paita, poya, pudu, pentoe, beleng-gede, pania, pepule, kakariano, dan taparipong. Ini menunjukka, tanaman paria atau pare sudah tersebar di pelosok daerah.
Hanya saja, masih banyak belum diketahui, paria atau pare ternyata berkhasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit maupun meningkatkan kesehatan manusia.

Zat-Zat yang Terkandung dalam Buah Paria atau Pare  :
kandungan kimia yang terdapat pada tanaman paria atau pare. Buahnya mengandung albiminoid, karbohidrat, dan zat warna, daunnya mengandung momordisina, momordina, karantina, resin, dan minyak lemak, sementara akarnya mengandung asam momordial dan asam oleanolat. Bijinya mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid, dan asam momordial.

Ada beberapa khasiat Tanaman Paria atau Pare, diantaranya : 
Khasiat Buah Paria atau Pare
  1. Disentri  :   Sediakan 2 buah paria atau pare segar, cuci lalu potong-potong. Tambahkan seperempat gelas air bersih, lalu diblender. Seduh dan peras. Silakan diminum 2 kali sehari.
  2. Kencing Manis   :   Ambil 2 buah paria atau pare, cuci dan lumatkan. Tambahkan setengah gelas air bersih. Aduk dan peras. Minum sehari sebanyak 1 ramuan. Diulang selama 2 minggu.
  3. Penambah ASI   :   Ambil 1 buah paria pare, cuci bersih, lalu rebus beberapa menit. Dipakai sebagai lalap.
  4. Bisul    :    Buah paria atau pare dipakai sebagai obat luar. Ambil 1 buah segar lantas dilumatkan. Borehkan pada bagian yang terkenal bisul.
  5. Bronkhitis    :   Sediakan 2-3 buah paria atau pare, lalu diambil sarinya. Berikan 1 sendok makan madu. Minum sekali sehari. Lakukan selama 3 bulan. Resep ini juga baik untuk menyembuhkan anemia, radang perut, sakit pada hati, nyeri haid, reumatik, dan melangsingkan tubuh.
Khasiat Daun Paria atau Pare
  1. Bisul dan cacing kremi   :    Sediakan 1 genggam daun segar, diberi seperempat cangkir air bersih, lalu blender. Saring dengan kain kasa. Jika perlu, tambahkan sedikit garam, gula aren secukupnya, dan jeruk nipis. Minum sekali sehari seperempat cangkir. Lakukan selama 1 minggu.
  2. Demam nifas    :   Ambil 3 daun paria atau pare segar, cuci bersih, dan lumatkan. Tambahkan segelas air dan sedikit garam, lalu seduh. Peras dan saring, lalu minum 2 kali sehari sebanyak setengah gelas.
  3. Penambah ASI    :   Sediakan 2 daun paria atau pare lalu panaskan beberapa saat. Kompreskan pada payudara.
  4. Sakit pada hati    :   Sediakan 6 gram daun paria atau pare segar, 5 gram rimpang temulawak, dan 110 ml air. Didihkan semua bahan selama 15 menit, lalu saring dengan kain kasa, dan peras. Minumlah sekali sehari. Ulangi selama 2 minggu.
  5. Rambut Subur   :   Ambil beberapa helai daun paria atau pare segar, cuci bersih lalu remas-remas. Cukup dioleskan ke kulit kepala anak.
  6. Batuk    :   Pilihlah 7 daun paria atau pare segar, lantas seduh dengan 2 sendok makan air bersih. Setelah itu, peras dan saring. Minum 2 kali sehari.
  7. Bekas luka   :   Cuci bersih segenggam daun paria atau pare segar, lalu lumatkan. Tambahkan air panas sedikit, lalu peras. Campur air perasan dengan 2 sendok makan tepung beras, lalu aduk sampai merata. Borehkan pada bagian bekas luka setiap hari.
  8. Wasir   :   Ambil 5 daun paria atau pare segar, tambahkan seperempat gelas air, didihkan dan peras. Ambil 3 sendok air perasan ini, lalu dicampur dengan segelas yoghurt cair. Minum setiap pagi.
  9. Kemandulan   :   Sediakan 27 gram sari daun paria atau pare segar, 7 butir lada hitam, 3 siung bawang putih, dan 27 gram gula jawa. Semua bahan dilumatkan, lalu tambahkan segelas air bersih. Didihkan dan peras. Minum air perasan setiap hari selama 3-4 bulan.
  10. Penyakit kulit   :   Buatlah 1 cangkir sari daun paria atau pare. Caranya, ambil 3 helai daun paria atau pare ditambah satu setengah cangkir air. Didihkan dan peras. Campur air perasan berupa sari ini dengan sesendok air jeruk. Minum sekali sehari.
  11. Rabun malam   :  Sari daun paria atau pare dioleskan di sekitar mata.
Khasiat Akar Paria atau Pare
  1. Disentri Amoeba   :   Ambil segenggam akar paria atau pare, tambahkan segelas air bersih. Didihkan dan peras. Minum sekali sehari.
  2. Ambeien   :    Ambil akar paria atau pare, cuci bersih, lantas lumatkan. Oleskan ramuan ini pada ambeien.

0 komentar:

Poskan Komentar